Langsung ke konten utama

Komisi IV DPRD Trenggalek Berharap Semua Pelayanan Medis Bisa Berjalan Optimal.Ini Jawaban Direktur RSUD Soedomo

Trenggalek - Janji Komisi IV DPRD Trenggalek untuk memanggil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedomo ditepati.
Hal ini terbukti dalam rapat kerja Komisi IV turut pula hadir direktur rumah sakit plat merah tersebut, Selasa (28/1/2020).
Ketua Komisi IV DPRD Trenggalek Mugianto tetap berharap agar semua pelayanan medis bisa berjalan optimal sehingga tidak mengecewakan masyarakat."Kalau pelayanan baik tentu saja masyarakat akan terus berobat di di rumah sakit ini dan tidak lagi ke luar kota, " terangnya.
Politisi Partai Demokrat ini berharap kepada direktur yang baru ini bisa mengemban tugas dengan baik terutama dalam hal pelayanan karena ini menyangkut masa depan rumah sakit terkait baik buruknya pelayanan kepada pasien.
Direktur RSUD Soedomo, Sunarto mengakui jika masih ada banyak kekurangan terkait pelayanan tapi dalam waktu dekat akan segera terjadi perubahan.
"Kami sadar pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) akses kepada masyarakat tidak terlalu banyak, " katanya.
Kedepan, menurutnya, untuk mengatasi semua persoalan terkait pelayanan pihak rumah sakit akan menggunakan Sistem Informasi Manejemen Rumah Sakit(SIMRS) yang berbasis IT.
Dijelaskan Narto, sapaan akrabnya, jika sistem ini akan mewakili semua bentuk pelayanan kepada pasien mulai dari pendaftaran sampai selesai."Dalam waktu tiga sampai empat bulan program ini akan terealisasi, mudah - mudahan tidak ada kendala, " ujarnya.
Selanjutnya, menurutnya, masyarakat tidak perlu resah karena pelan tapi pasti semua bentuk pelayanan akan bisa bermanfaat sehingga tidak perlu ragu dan berobat ke rumah sakit luar daerah."Mudah - mudahan semua keluhan terkait pelayanan akan bisa segera teratasi, " pungkasnya (ags).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

10 penyebab kematian teratas

Dari 56,9 juta kematian di seluruh dunia pada tahun 2016, lebih dari setengah (54%) disebabkan oleh 10 penyebab utama.  Penyakit jantung iskemik dan stroke adalah pembunuh terbesar di dunia, bertanggung jawab atas 15,2 juta kematian gabungan pada 2016. Penyakit ini tetap menjadi penyebab utama kematian secara global dalam 15 tahun terakhir. Penyakit paru obstruktif kronis merenggut 3,0 juta jiwa pada tahun 2016, sedangkan kanker paru-paru (bersama dengan kanker trakea dan bronkus) menyebabkan 1,7 juta kematian.  Diabetes membunuh 1,6 juta orang pada tahun 2016, naik dari kurang dari 1 juta pada tahun 2000. Kematian akibat demensia meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 2000 dan 2016, menjadikannya penyebab utama ke-5 kematian global pada tahun 2016 dibandingkan dengan yang ke-14 pada tahun 2000. Infeksi pernafasan yang lebih rendah tetap merupakan penyakit menular yang paling mematikan, menyebabkan 3,0 juta kematian di seluruh dunia pada 2016. Tingkat kemat...